3 Mitos Terkenal dalam Turnamen Poker

Saat ini, kehidupan yang Anda jalani kemungkinan besar bergantung pada pendapat orang lain. Di sisi lain, Anda akan menemui berbagai macam orang dengan bermacam pengalaman hidup yang telah mereka jalani. Itulah mengapa Anda lebih percaya pada pendapat banyak orang ketimbang fakta yang sebenarnya. Lalu, bagaimana jika semua pendapat yang Anda dengar selama ini sebagian besar hanya mitos belaka?

Dalam dunia judi poker, Anda akan menemui banyak orang yang tidak beruntung. Mayoritas mereka bermulut besar, namun tidak mengetahui apa-apa tentang poker online. Mereka berpikir mereka adalah ahli dalam judi poker dan merasa dicurangi oleh bandar sehingga menumpahkan kekesalannya dalam berbagai forum poker online. Berhati-hatilah, jika Anda menemui tipikal pemain yang seperti itu. Mereka bisa saja menyesatkan Anda. Di bawah ini adalah 3 mitos terkenal yang hingga saat ini masih dipercaya sebagian besar pemain dalam pertandingan turnamen poker dewa:

1. Butuh tumpukan chip yang banyak untuk bermain agresif

Banyak sekali pemain turnamen poker online meyakini bahwa tumpukan chip yang banyak dapat mengintimidasi lawan pada meja game poker. Bahkan, pemain dengan chip yang banyak dianggap sebagai penguasa dalam pertandingan. Mereka lupa bahwa gim poker online adalah permainan keterampilan tingkat tinggi.

Judi poker tidak seperti pertandingan sepak bola di mana seseorang dapat menetapkan rencana dan kemudian mengeksekusinya di lapangan. Wiliem Ernest Henley pernah berkata “Saya adalah penguasa dan penentu nasib saya sendiri”. Ini berarti Anda adalah kapten dari diri Anda dan Anda harus mengerahkan seluruh isi pikiran untuk memaksimalkan kemampuan diri. Ukuran chip bukan satu-satunya faktor penentu seseorang harus bersikap agresif atau tidak. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan saat bermain judi poker.

2. Jangan bertahan pada big blind jika chip sedikit

Di meja poker dewa, Anda akan bertemu dengan banyak pemain biasa namun mengetahui segalanya yang mungkin akan membuat permainan menjadi semakin sulit. Mereka mungkin akan mendorong Anda untuk bertahan dari big blind dengan jumlah chip yang sedikit. Sebagai contoh, saat ini Anda sedang memegang kartu yang bagus dan Anda menekan lawan hingga berada di posisi yang setara dengan Anda. Namun, kemudian Anda berada posisi Flop dan All-in.

Pemain lain tidak akan menghakimi posisi Anda. Tidak masalah jika Anda kembali bertaruh dengan jumlah yang kecil. Posisi tersebut sebenarnya akan menguntungkan Anda jika big blind. Anda hanya perlu mengeluarkan 20% dari seluruh chip untuk melanjutkan permainan. Jadi, apabila chip Anda sedang sedikit, akan lebih mudah bagi Anda untuk Post-Flop dan membalikkan keadaan.

3. Bermain untuk menang

Mitos terakhir adalah mitos yang sering Anda dengar dari sebagian besar pemain yang kalah di pertengahan pertandingan dan kehilangan seluruh uang mereka. Pemain dengan nasib seperti itu biasanya kehilangan seluruh chip mereka pada sejumlah kartu yang mereka yakini akan memberikan kemenangan besar. Ini karena sejak dari awal niat mereka bermain judi poker adalah untuk menang dengan cara apa pun itu.

Logika yang dapat menjelaskan kekalahan mereka adalah “Anda tidak akan bisa memenangkan turnamen poker dewa di hari pertama pertandingan, Anda hanya bisa mendapatkan kekalahan”. Anda tidak bisa menaklukkan seekor singa hanya dengan menatapnya sekali.

Sebagai pemain profesional, tugas Anda adalah bermain poker dengan energik. Tentu dengan mengikuti semua peraturan strategi yang cocok untuk lawan Anda. Terkadang Anda harus bermain dengan terlalu agresif namun juga harus bisa mengimbanginya dengan menjaga chip Anda agar tidak berkurang. Jika tekad Anda dalam bermain hanya untuk ingin menang, Anda tidak akan bisa melakukan kedua hal tersebut secara bersamaan.