Dinamika Dunia Poker Online di Cina

Meski perjudian merupakan kegiatan yang disukai banyak orang dan merupakan hal yang legal di sebagian besar negara, namun tidak di Cina. Judi adalah kegiatan yang ilegal di negara ini. Lalu, bagaimana mungkin tindakan keras yang diambil oleh pemerintah Cina bisa berdampak pada game poker online? Mari simak artikel ini untuk mengetahui alasannya!

Di Cina, judi merupakan kegiatan yang ilegal kecuali di wilayah administratif Makau dan Hong Kong. Walau statusnya ilegal, namun tidak menyurutkan kemajuan poker online di negara ini. Poker terus menjadi permainan yang kepopulerannya tidak tergantikan, meski larangan bertaruh dengan uang sungguhan adalah hal yang ilegal.

Para pemain poker di Cina, hingga saat ini hanya diizinkan menukarkan uang mereka dengan sesuatu yang disebut ‘play money’ untuk bertaruh dalam poker online. Play money adalah mata uang khusus yang terdapat dalam aplikasi tertentu. Meski statusnya ilegal, berdasarkan laporan pada tahun 2016, perjudian di Cina telah menghasilkan sepuluh kali lipat pendapatan perjudian di seluruh dunia yaitu sebesar 28 miliar dolar. Angka yang sangat fantastis!

Sanksi Keras yang Diberlakukan Pemerintah Cina

Baru-baru ini, pada Juni 2018, pemerintah Cina berencana untuk menindak para pemain poker baik itu poker darat maupun poker online. Ini termasuk pelarangan semua aplikasi yang menawarkan permainan poker. Salah satu korbannya adalah raksasa teknologi Cina, Tencent. Hasil dari larangan tersebut, Tencent memutuskan untuk menarik gim Everyday Texas Hold’em yang sangat terkenal, bahkan saking populernya, gim ini juga tersedia secara gratis untuk dimainkan di aplikasi pesan WeChat. Pelarangan ini terjadi tiga tahun setelah acara Asian-Pacific Poker Tour (APPT). Tujuan pemerintah memberlakukan larangan ini adalah untuk menutup acara Nanjing Milions oleh kesatuan kepolisian Cina.

Larangan Publikasi di Media Sosial

Efek dari pelarangan perjudian oleh pemerintah Cina, tidak hanya dirasakan oleh negara tersebut. Keresahan ini juga dirasakan di seluruh Asia karena para operator tidak dapat mempromosikan game poker online  kepada calon pemain dari Cina. Selain itu, berdasarkan laporan terbaru, langkah keras yang diambil oleh pemerintah baru-baru ini telah menghambat popularitas poker di masyarakat negara tersebut.

Menurut Inside Asian Gaming yang berbasis di Makau, pada 1 Juni poker online dan promosi gim melalui semua saluran media sosial akan dilarang. Bahkan, masyarakat pun tidak diperbolehkan untuk berbicara tentang poker di media sosial. Para pemain poker di Cina tidak akan memiliki kesempatan untuk berlatih, dan mengetahui tentang berita poker legal di seluruh Asia. Alhasil, perusahaan perjudian berlomba-lomba mencari peluang untuk menembus peraturan tersebut agar tetap dapat menjangkau pasar Cina.

Pindah ke Makau dan Manila

Dalam upaya menghindari sanksi pemerintah Cina, banyak perusahaan judi mengembangkan sayapnya untuk beroperasi di negara terdekat, khususnya Makau dan Manila, ibukota Filipina. Makau adalah satu-satunya wilayah Cina di mana perjudian adalah kegiatan yang legal dan telah berlangsung sejak tahun 1850-an, ketika pemerintah Portugis melegalkan aktivitas perjudian di daerah otonom.

Saat ini, Makau menghasilkan pendapatan dari perjudian tiga kali lipat dari Las Vegas, dengan pendapatan bruto tahunan sebesar 20 miliar dolar dibandingkan dengan tahun-tahun kejayaan perjudian di Amerika yang hanya sebesar 6,3 miliar dolar. Ini berarti, dengan adanya larangan perjudian di wilayah Cina ternyata memberikan dampak yang besar pada perekonomian Makau.

Efek Jangka Panjang

Pada kenyataannya, tindakan keras pemerintah Cina dalam melarang poker online tidak akan bisa menghalangi pemain setia dan penggemar gim ini. Namun, bagaimana efek jangka panjang undang-undang ini terhadap dunia gim pada negara tersebut masih belum terlihat. Di sisi lain, pakar industri poker online berpendapat bahwa kebijakan tersebut akan terus mendorong para pemain lama dan pelanggan baru untuk bermain secara diam-diam dalam jangka panjang. Tentunya, lama-kelamaan hal tersebut akan berdampak pada perekonomian negara karena sebagian besar masyarakatnya menghabiskan uang dengan berjudi di situs poker online luar negeri yang tidak berbasis di Cina.