Sejarah dan Filsafat Simbol dalam Kartu Poker

Menurut salah satu sumber, kartu game poker ditemukan oleh dewa Mesir kuno Dhouti. Ia dianggap sebagai leluhur dari kalender, hitungan, dan tulisan. Konon, dengan bantuan kartu, ia memberi tahu orang-orang tentang empat komponen alam semesta yaitu api, air, udara dan bumi. Empat simbol dalam kartu poker indonesia dipercaya mewakili semua elemen ini. Kemudian, ribuan tahun yang lalu, tepatnya pada abad pertengahan, kaum Yahudi menafsirkan pesan kuno ini. Menurut mereka, empat simbol dalam dek kartu poker mewakili empat kelas roh di dunia. Wajik melambangkan roh salamander penguasa tanah, hati melambangkan penguasa udara yang disebut sylphs, keriting melambangkan roh air dari undines dan sekop melambangkan gnome, penguasa dunia bawah tanah.  

Sekelompok pengagum hal mistis lainnya percaya bahwa empat kartu tersebut melambangkan empat aspek utama dari sifat manusia. Hati berarti cinta, keriting berarti pengetahuan, wajik berarti nafsu, dan sekop memiliki makna hari kiamat atau kematian. Perumpamaan yang sangat luar biasa, sangat mewakili nasib saat bermain kartu. Terkadang mendapatkan kartu yang luar biasa beruntung, dan di kesempatan lainnya hanya bisa menerima nasib dari kekalahan yang berturut-turut akibat kartu yang buruk.

Selain itu, masih ada versi perumpamaan simbol dari kartu poker dewa lainnya. Menurut versi ini, kartu dalam game poker mencerminkan keberadaan waktu. Warna merah dan hitam mencerminkan siang dan malam. 52 lembar kartu dipercaya adalah jumlah minggu dalam satu tahun, dan kartu dengan Joker yang berjumlah 53 melambangkan tahun kabisat. Keempat simbol menggambarkan musim yaitu musim semi, panas, gugur dan dingin. Kartu Jack menjadi urutan ke 11, Queen ke 12 dan King ke 13. Sedangkan As adalah urutan pertama. Jadi, jumlah poin dalam satu dek atau geladak adalah 364. Jika ditambah Joker maka akan memiliki jumlah yang sama dengan hari dalam setahun.

Asal Permainan Kartu

Terdapat dua versi terkenal mengenai asal mula permainan kartu di dunia. Menurut versi yang pertama, yang menciptakan permainan kartu pertama kali adalah Brahmana India pada tahun 800 tahun setelah Masehi.

Versi lainnya mengatakan bahwa permainan kartu pertama kali muncul di Cina pada abad VII saat pemerintahan dinasti Tang. Ditemukan bukti berupa uang kertas yang tidak berfungsi sebagai pembayaran saja, namun juga untuk perjudian. Barulah setelah adanya penomoran, uang kertas yang mereka pakai bergambar kaisar, para istri mereka, dan gubernur. Para pemain kartu biasanya menduplikat uang mereka ke selembar kertas, agar uang yang mereka gunakan sebagai kartu judi poker berjumlah lengkap.

Di Eropa, dek kartu game poker awalnya dikenal dengan nama Tarot. Sama seperti kartu poker yang lainnya, Tarot juga terdiri atas empat simbol kartu. Popularitas permainan ini meningkat selama abad ke empat belas yang kemudian membuat simbol kesatria dan The Fool atau sering disebut Joker pada kartu tarot menghilang. Versi yang lengkap hanya digunakan untuk kepentingan ramalan.

Karakter dalam Kartu

Selama 300 tahun, banyak seniman yang mencoba memperkenalkan simbol-simbol baru dalam kartu judi poker. Mulai dari hewan, tanaman, ikan, burung, bahkan barang-barang rumah tangga dijadikan penggambaran baru dalam kartu ini. Tren ini awalnya muncul di Jerman dengan menggambar mahkota, sisir, pandai besi, hingga kotak gereja. Di Prancis, memiliki simbol yang berbeda, yaitu tokoh alegoris seperti Keadilan, kebebasan, persaudaraan dan kesehatan menjadi karakter dalam dek kartu. Bahkan beberapa waktu lalu, kelompok penganut paham sosialisme mengeluarkan seri kartu poker tersendiri dengan menjadikan presiden, komisaris dan pekerja sebagai simbol kartunya. Namun, di balik semua itu, simbol-simbol baru tersebut hanya berupa inovasi yang tidak begitu diminati oleh para pemain judi poker. Sehingga, mereka tetap menggunakan seri kartu poker yang asli untuk bermain game poker di kasino darat maupun kasino online.